BRMP Pascapanen dan DKP Kota Tangerang Bekali KWT Olah Mangga Jadi Produk Bernilai Tambah
Kota Tangerang – Musim panen mangga menjadi peluang besar untuk meningkatkan nilai tambah komoditas melalui inovasi pengolahan. Guna mendukung pemanfaatan hasil panen secara optimal, Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Pascapanen Pertanian (BRMP Pascapanen) bekerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Tangerang menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Teknologi Diversifikasi Pengolahan Buah Mangga bagi Kelompok Wanita Tani (KWT) Wijaya Kusuma di Kelurahan Gaga, Kecamatan Larangan, Kota Tangerang, Banten, Rabu (15/7).
Bimtek yang telah memasuki pelaksanaan ketiga ini diikuti sekitar 40 peserta yang terdiri atas anggota KWT Wijaya Kusuma dan perwakilan dari empat kecamatan di Kota Tangerang. Kegiatan dibuka oleh Kepala Bidang Keanekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan DKP Kota Tangerang, Lisnah, serta dihadiri perwakilan Kecamatan Batu Ceper dan pemerintah kelurahan.
Dalam sambutannya, Lisnah menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program rutin DKP Kota Tangerang dalam mendukung urban farming, pengembangan pangan lokal, serta peningkatan kapasitas Kelompok Wanita Tani agar mampu menghasilkan produk pangan yang bernilai tambah dan berdaya saing.
“Melalui pelatihan ini diharapkan KWT mampu mengembangkan usaha olahan pangan lokal sehingga dapat meningkatkan pendapatan keluarga sekaligus mendukung ketahanan pangan masyarakat,” ujar Lisnah.
Pada kesempatan tersebut, narasumber BRMP Pascapanen, Ermi Sukasih dan Ika Hikmawati, memperkenalkan berbagai teknologi pengolahan mangga yang dapat diterapkan menggunakan peralatan skala rumah tangga maupun usaha kecil dan menengah (UKM). Beragam produk olahan yang diperkenalkan antara lain puree, sari buah, fruit leather, dodol, chocodot, keripik, selai, minuman serbuk instan, buah kering, permen jelly, hingga manisan.
Selain praktik pengolahan, peserta juga dibekali materi mengenai penggunaan bahan tambahan pangan (BTP) yang aman, teknik pengemasan, pencantuman tanggal kedaluwarsa, barcode, penerapan higienitas, perizinan Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT), serta sertifikasi produk seperti halal dan Standar Nasional Indonesia (SNI).
Melalui sinergi ini, BRMP Pascapanen dan DKP Kota Tangerang berharap para anggota KWT mampu mengembangkan inovasi produk olahan berbasis mangga yang memiliki nilai tambah dan daya saing, sehingga dapat membuka peluang usaha baru, meningkatkan kesejahteraan keluarga, serta memperkuat ketahanan pangan di tingkat masyarakat.